Perjalanan ke Tanjunguban

Posted: Mei 28, 2009 in Journey

Sabtu, tgl 28 Februari 2009, Rencana udah tersetting dengan baik. Pengen pergi ke Tanjunguban, untuk sekedar melihat2 keadaan Tanjunguban pasca diterapkannya Special Economic  Zone, SEZ di Bintan, dan sekaligus berencana menemui seorang temen di sana. Setelah tiba di pelabuhan sri bintan Pura. aku pun melangkahkan kaki ke loket penjualan pas masuk pelabuhan.

“pas masuk mbak” .

“untuk berapa orang?” jawab gadis itu.

“satu orang aja”. Jawabku seraya memberikan uang 50 ribuan.

Kemudian gadis penjual pas masuk itu kembali bertanya kepadaku.

“wah, tak ada uang kecil bang?” ucapkan dengan sedikit  senyuman yang manis.

“oh, ga ada mbak” jawabku sambil tersenyum membalas senyumannya.

“oh, ga apa2” jawab gadis itu sambil menyerahkan pas masuk beserta uang kembalian.

“Terima kasih”

Setelah mendapatkan pas masuk, aku lalu berjalan hingga ke ujung pelabuhan Sri Bintan Pura.

oh ternyata ada speedboat. Yang lagi nunggu penumpang, eh langsung aku bertanya pada laki-laki yg menyandar di entrance menuju pontön departure, dimana speedboat itu bersandar.

“Jam berapa berangkatnya?”

tanyaku.

“jam setengah tiga Bang,” Jawab pria itu singkat.

waduh, jam setengah tiga pulak, Padahal sekarang baru jam satu lewat sepuluh. mesti nunggu satu jam lebih, tapi tak apa lah

Kemudian aku Berjalan menuju kantin.

“Astagfirullah, aku blm shalat Dzuhur”

Tiba-tiba aku teringat.

Begitu tiba di Kantin yang sekaligus ruang tunggu keberangkatan, aku bergegas menuju Mushalla pelabuhan. Setelah selesai Shalat, aku kemudian berjalan menuju ponton keberangkatan. Duh masih setengah jam lagi. Waktu luang begini baiknya dimaanfaatkan untuk membaca. apa yang mesti dibaca? Kemudian aku melihat-lihat tasku, eh rupanya ada majalah Warta E-Gov, langsung deh aku baca  . Namun ternyata, kondisi medan tidak memungkinkan untuk konsentrasi membaca karena gelombang laut membuat ponton bergoyang. Kemudian aku menoleh ke arah kiriku, ada ibu-ibu yang sedang ngomel-ngomel kapan speedboatnya berangkat.  Lalu ibu itu kemudian komplain kepada agennya, aku senyum-senyum aja melihat agen penjual tiket dikomplain. buruk pelayanannya, tak berorientasi pada customer satisfaction.  Akhirnya, setelah di komplain, agen dan nakhoda speedboat bergegas turun ke speedboat. padan muke. Memang peristiwa itu menimbulkan kepuasan beberapa calon penumpang, setidaknya hal itu terlihat dari guratan wajah-wajah penumpang yang hendak berangkat ke Tanjunguban. Betapa tidak, mereka sudah menunggu sejak jam 11 siang, dan para penumpang menempati tempat duduknya masing-masing. Karena mesin sudah dinyalakan dan kami pun berangkat.

Perjalanan Menuju Tanjunguban via Lobam memakan waktu sekitar setengah jam. Di Dalam perjalanan aku hanya diam saja, karena tak ada yang mau diperbuat. Dan Jam menunjukkan pukul 14.50, dan Pelabuhan Masuk Sri Udana lobam sudah nampak di samping kanan speedboat. Nmaun pelabuhannya bukan itu, tetapi adalah pelabuhan rakyat yang konstruksinya berasal dari kayu. Tak lama kemudian, speedboat merapat ke pelabuhan. Aku menjejakkan kaiku pada dermaga kayu pelabuhan Rakyat Lobam, yang masih termasuk dalam lingkup kawasan Bonded Zone yang diekola oleh Bintan Isdustrial Estate lobam, Pimpinan Mr. Jamin Hidayat. Aku melangkahkan kaki menuju pangkalan ojek pelabuhan rakyat Lobam, kemudian aku bergumam..

“Tahun depan mungkin pelabuhan ini sudah berubah, karena dengar-dengar Pemkab dan Pemprov sudah mengalokasikan dana untuk mengupgrade sarana dan prasarana pelabuhan speedboat ini”

Lalu aku memanggil ojek pelabuhan sederhana ini. Dengan Tujuan Mesjid At Taqwa Tanjunguban yang merupakan Mesjid Raya Uban, Kebetulan sebentar lagi mau masuk waktu  shalat Ashar. Didalam perjalanan cukup membuat rambuat berantakan, karena angin yang begitu kuat menerpa, dan langitpun mendung..namun secepat mungkin berganti menjadi cerah. akan tetapi , hujan tak terhindarkan. Awalnya hanya gerimis yang disertai angin ..eh lama kelamaan hujan lebat. Akhirnya kami berteduh dulu. Setelah reda kami melanjutkan perjalanan menuju pusat kota Tanjunguban. Sepanjang jalan , di kiri dan kanan masih banyak lahan-lahan yang kosong yang potensial untuk pengembangan usaha.  Dan ruko-ruko juga sudah mulai banyak dibangun. Sepertinya denyut nadi ekonomi Bagian Utara pulau Bintan mulai bergeliat pesat. Kemudian aku melihat rumah sakit Umum Provinsi Kepri di Simpang Busung, yang berdiri dengan megahnya. Sepertinya di Bintan  Utara ini perlu didirikan Akademi Kebidanan untuk menunjang SDM untuk RSUP Provinsi, supaya anak-anak daerah tempatan bisa bersaing. Tak lama, sampailah aku ke pusat keramaian di Tanjunguban, yang menjadi daerah Ekonomi dan Bisnis di daerah Kecamatan Tanjunguban ini. di Kiri kanan terdapat Bank-bank seperti BII, Bank Riau Kantor Cabang Pembantu.

Lalu aku pun sampai ke Mesjid At Taqwa. Ada hal yang menarik, yang kutemukan disini, dimana dikiri-dan kanan sebelum mesjid banyak bertebaran warung-warung makanan yang bermacam-macam. Sesuai rencana Awal , pengen menjumpai seorang teman wanita  yang terakhir aku berjumpa dengannya di Surabaya Agustus tahun lalu, eh ternyata dia tak ada di rumah,  insya Allah bakal dipertemukan dengannya laen kali kalau Allah sudah mengaturnya. Kemudian Aku shalat Ashar berjama’ah bersama para jama’ah mesjid setempat. Setelah shalat, kemudian aku berjalan kaki menuju pasar Tanjunguban. Sambil berjalan, sekilas aku melihat Ayu, Temen kuliahku naik motor bersama temennya, aduh ..maksud ingin menghubunginya rupanya no handphonenya sama sekali tak terdaftar di database handphone ku. Tapi tak apa-apalah, aku kemudian behenti di warung Bakso Wonogiri, untuk makan sejenak. Alasan aku makan di warung ini adalah karena aku menyukai Sambalnya, dan  kenikmatan Ayam Bakarnya yang sangat jarang kutemui di Tanjungpinang.

Komentar
  1. Reva_Ryu mengatakan:

    assalamualaikum wr.wb
    hm. . . saya nggak tahu apa yang harus saya katakan setelah membacanya. bagus. pasti pengalaman hidup yang paling berkesan kalau boleh menebak.mungkin. punya hobi travelling ya? kalau boleh tahu sih. kalau nggak boleh juga nggak apa-apa. salam kenal aja ya. . . .
    ma’af bukannya ingin menggnggu. tapi hanya ingin berteman. bukankah bagus jika kita membangun silaturahmi. bukan maksud menggurui. sekali lagi ma’af. . . . .
    semoga Allah memberkahi setiap perbuatan baik yang kita lakukan. ma’af lagi comment nya banyak banget.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s