Bibcom Gathering di Teluk Bakau.

Posted: Maret 15, 2009 in Journey, Teknologi Informasi

Minggu pagi, tanggal delapan maret dua ribu sembilan, setelah mempersiapkan segala sesuatunya, dan yang terpenting adalah kamera. Aku pun berangkat ke meeting poin di kedai kopi di dekat Pinang Lestari batu 10. Awalnya aku mengira aku yang paling lambat, ternyata belum berangkat juga ketika aku tiba di meeting poin. Ternyata yang bisa ikut ke Teluk Bakau itu aku, kak Ina, kak Desi, Bang Bothe,Mazpram, Bang Ipoel, kru2 citras, bang Yudi Chacinx, dan tuan rumah, Ibu Hj.Raja Syahniar. Perjalanan ke Teluk Bakau memakan waktu 30 menit. Aku nebeng mobilnya Ibu Raja Syahniar. Mulanya sih adem2 aja, tapi sewaktu kecepatan dinaikkan, duh pusing kepala..karena duduknya di belakang, hampir aja terserang mual.

Setelah melewati kawal dan Kawasan Bintan Agro Beach Resort, kami pun sampai di tujuan tepat pada jam 10 pagi yang berjarak 33 Km dari Tanjungpinang. Pemandangan di sini begitu Eksotik, tapi sayang seribu kali sayang laut trikora sedang surut. Langsung deh para photographer yang ikut dalam rombongan beraksi dengan kamera masing-masing. Hasil2nya bisa dilihat di facebook kami masing2 dan diakhir tulisan ini. Ada yang menarik dari obrolan aku, kak Desi dan bang Yudi, mengenai Tanjung pinang dan ICT, dimana Tanjungpinang (pemko) selalu tertinggal dalam hal ICT, komparasi antara e-Literacy Pejabat Pemko Batam dan Pejabat Pemko Tanjungpinang dan juga Pejabat Pemprov Kepri. Pemko Batam lebih melek terhadap IT dikarenakan e-Leadership sangat kuat dan perencanaan dan bersifat top-down, gagasan dari pimpinan ke bawahan

Kemudian kami berkumpul untuk saling mengenalkan diri masing-masing dan memperkenalkan diri kami kepada yang telah mengundang, Hj. Raja Syahniar. Setelah Beliau menyampaikan sepatah dua patah kata, beliau mengatakan beliau tak lama menemani kami karena beliau mesti berangkat ke Bandung sorenya. Kami juga memperkenalkan diri kami dengan seafood khas teluk bakau yang telah terhidang. Selain seafood seperti gong gong  rupanya tersedia juga ayam balado, sambal hijau, wuiih pedas semua neh.. gratis pula..sedaaap.

Selepas kenyang , lalu aku beranjak ke Pantai, mengabadikan Eksotisme Teluk Bakau dalam Lensa Canon Powershot S5 IS. Sungguh hasilnya begitu menarik inspiratif. Cottage2 tetangga jadi objek yang menarik, dan sungguh menggoda untuk datang, duduk dan beristirahat di sana. Eksotisme Teluk Bakau ini pasti menggugah orang untuk datang ke sini.

Akhirnya kami mesti beranjak pulang dari tempat yang nyaman ini. Kemudian kami pulang ke Tanjungpinang. Begitu melewati kawal, kami berhenti sejenak untuk mengabadikan objek-objek yang menarik di desa nelayan kawal ini. Hiruk pikuk kapal-kapal nelayan dan para awak-awak kapal yang bekerja di atas kapal masing-masing yang bersandar menjadi point of interest untuk diabadikan dalam gambar. Baru beberapa kilometer kami beranjak dari kawal,tiba2 hujan mengguyur..alhasil kami kebut lebih cepat kendaraan2 kami. Untuk sementara kami memutuskan untuk mampir berehat sejenak di gesek. Sekedar menghangatkan badan dengan Teh O hangat. Namun, teh o hangat yang aku minum,tiba2 menumpahi lutut celanaku, beh panas rasanya. Setelah selesai beristirahat sejenak,kami pun melanjutkan perjalanan ke Tanjungpinang. Serta merta cuaca pun berangsur teduh. Setelah memasuki km 6, akhirnya kami pulang ke rumah masing2. What a wonderful  weekend, kenyang dan gratis, hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s