Syuting “Ketika Cinta Bertasbih” Rampung

Posted: Desember 12, 2008 in Ketika Cinta Bertasbih

Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) baru saja menyelesaikan masa syuting. Selama sebulan, para pemain inti dan kru yang berjumlah tak kurang 20 orang telah menyelesaikan pengambilan gambar di Mesir. Film ini siap diluncurkan di layar bioskop tahun depan. Inilah kisah yang tersisa dari pengalaman syuting di Negeri Cleopatra.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, Mesir berkonotasi sebagai negerinya para nabi. Eksotisme Mesir diidentikkan dengan atmosfer yang kental dengan dunia keislaman. Mungkin bisa diibaratkan nyaris sama dengan Jerusalem bagi masyarakat Kristiani. Maka, kedatangan masyarakat Indonesia ke Mesir pun lebih banyak berdasarkan alasan tersebut.

Termasuk mendalami ilmu agama di Universitas Al-Azhar Kairo, atau sekadar berwisata ke tempat-tempat bersejarah. Seperti mendatangi Laut Merah yang dahulu dibelah Nabi Musa saat melarikan diri dari kejaran Firaun. Di sinilah proyek mega film KCB dikerjakan berdasarkan novel laris karya Habibburahman El-Shirazy, yang memang jebolan Al-Azhar Kairo.

Pemerintah Mesir sendiri memiliki program kepariwisataan sebagai upaya mengundang pendatang, demi menyosialisasikan budaya mereka di mata dunia. Cukup mengejutkan saat pemerintah Mesir mengizinkan KCB
melakukan pengambilan gambar di sana.

Selain Universitas Al-Azhar, Bandara Internasional Kairo adalah salah satu lokasi yang tertutup untuk proses pengambilan gambar bagi film asing. Di lokasi ini M. Cholidi, atau akrab disapa Odi (pemeran Khairul Azzam) beradu akting dengan Didi Petet, aktor senior yang selama ini menjadi juri audisi dan pembimbing Odi mendalami seni peran.

Di luar dugaan, antusiasme masyarakat Mesir sangat tinggi menyaksikan jalannya proses syuting. Mereka bahkan tampak geli saat melihat Didi, yang ikut syuting di pekan terakhir, harus berdiri di atas ganjalan kayu untuk mengimbangi Odi, yang memiliki tinggi badan 185 cm.

Kontrol Nasi

Ya, sejak awal November lalu, cuaca di Alexandria, salah satu tempat yang banyak dijadikan setting pengambilan gambar, masuk ke udara musim dingin. Angin yang seharusnya terasa sejuk malah menusuk tulang saking dinginnya. Meski begitu, Odi dan Andi Arsyil pemeran Furqon, harus berangkat menyelesaikan syuting di pinggir lautan. Mereka harus sampai di daerah galangan kapal-kapal pesiar dekat benteng Qait Bay yang sangat terkenal.

Ini menjadi tantangan buat semua kru KCB di tengah kondisi musim dingin seperti ini untuk tetap melakukan syuting. Kondisi dingin seperti ini membuat badan cepat lapar. Untuk para pemain yang tak bisa mengontrol nafsu makan, jelas akan memelarkan tubuh mereka. Arsyil nyaris gemuk. Kenapa harus pusing dengan badan yang cepat melar? Boleh percaya atau tidak, proporsi badan akan berpengaruh saat terlihat di kamera.

Odi sadar akan hal ini. la pun bersiasat tetap makan banyak tapi mengurangi makan nasi. Odi mengonsumsi nasi seperlunya saja. Pas perut berteriak, ia langsung menyerbu buah-buahan. Pisang menjadi salah satu favoritnya. Tak cuma itu. Odi pun rajin berolah raga. Jogging dan push up menjadi pilihannya. Hasilnya, bentuk tubuh Odi tetap stabil dalam proporsi pengambilan gambar.

Adegan pinggir laut melibatkan akting sosok Odi dan Arsyil. Tapi serunya, adegan ini juga melibatkan banyak pemain tambahan yang terdiri dari orang Mesir dan orang asing. Lucunya, gara-gara pengambilan gambar ini, figur Odi dan Arsyil jadi disukai banyak orang Mesir. “Di sela-sela break syuting, mereka dikejar-kejar gadis Mesir yang ingin berfoto bareng dan mendapat tanda tangan. Muka Odi dan Arsyil pun menjadi sering memerah karena mereka mempunyai fans sendiri di sana.

Alice in Alexandria-land

Alice Norin, salah satu pemain yang bam bergabung di Mesir bersama Didi Petet, di pekan terakhir masa syuting, melakukan adegan di sebuah bus. Di pekan-pekan terakhir, pemeran Eliana ini memang punya jadwal syuting paling banyak bersama Odi. Di hari pertama kedatanganya, Alice harus menjalani itu semua, setelah terbang ke Kairo selama 12 jam. Hari pertama syuting, akhir November lalu, Alice harus berangkat ke Alexandria dari Kairo lewat jalan darat tiga jam.

Untungnya hal tersebut sebanding dengan apa yang ditawarkan di jalan. “Apa yang ada di sepanjang perjalanan benar-benar menyejukkan mata memandang,” tandas Alice. Meski terletak di tengah padang pasir, Mesir adalah negeri yang amat subur. Warna hijau sejuk yang hidup bisa dipandang mata karena hamparan kebun-kebun kebun kurma, anggur, jeruk bahkan juga pisang. Belum terhitung buah-buahan lainnya dan hamparan perkebunan sayur di mana-mana.

Pekan terakhir adalah waktu tersibuk. Setelah sampai di Alexandria, setting terakhir di Mesir sebelum bertolak kembali ke Tanah Air, tim produksi harus menyiapkan set yang mengambil sebuah hotel di tepi laut Mediterania yang indah. Jangan salah, untuk makan siang saja harus dilahap di sela-sela pengambilan gambar. Tak ada waktu khusus untuk makan siang.

Pengambilan gambar di Hotel Windsor ini melibatkan performa Odi dan Alice. Siapa sangka, Dubes Indonesia untuk Mesir, A.M. Fachir dan istri, ternyata sedang menginap di sana. Mereka mendapat undangan beserta dubes-dubes negara lain tengah menghadiri acara yang diadakan di Perpustakaan Alexandria. Tempat ini adalah perpustakaan besar, lengkap dengan struktur bangunan yang indah plus kecanggihan teknologi.

Alhasil, Pak Dubes dan ibu pun beramah-tamah dengan tim produksi SinemArt dan Alice. Akhirnya, Alice pun bertemu dengan orang tuanya (mengingat dalam plot KCB, Alice adalah Eliana, putri Duta Besar Rl di Mesir).

Menyandarkan kepala di bantal jelas tak ada dalam rencana. Boro-boro untuk beristirahat, Alice dan Odi harus menyelesaikan scene-scene-nya seharian hingga jam satu pagi. Total dua hari yang melelahkan untuk Alice yang juga mengalami jetlag. Ini karena jam 1 pagi di Alexandria adalah jam 6 pagi WIB. “Tapi, ini pengalaman yang menyenangkan dan tak ternilai buataku,” kata Alice.

Pekan silam, seluruh tim KCB tiba kembali di Tanah Air. Odi dan Alice harus menyelesaikan syuting di Bandara internasional Soekarno-Hatta sebagai syuting terakhir.

(CEK & RICEK, Edisi 537, 10-16 Desember 2008)

Komentar
  1. Jhonny Prambudi mengatakan:

    Alhamdulillah Syuting nya dah rampung baik yg dimesir maupun dibeberapa kota diindonesia…

    Saya tunggu Pemeran2 (Okky, Cholidi, Arsyil, Meyda, Rahmi dan yg lain y) KCB II disini y…Kan ktanya pda mw syuting disini tuh…

    Oh y, InsyaALLAH qta Nonton Bareng Y di AMbarukmo Plaza…Okaaaaaaaaaaaaaay….

    Jgn Kalah ama Gosip Yang beredar y smua….Ttep Istiqomah….

    Wassalamualaikum…
    ^.^

  2. Eko mengatakan:

    Saya suka bwgt ama filmnya,,terutama pemainya yg nmny mb husna aq suka bwgt,slm kenal ya mb dr aq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s