Anak Jalanan berpotensi jadi Entrepreneur sukses

Posted: Oktober 22, 2008 in Perspektif

“Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah”

Maksudnya menurut interpretasi saya pribadi adalah kita harus lebih banyak memberi..namun sebelumnya kita lihat dulu meberi dalam lingkup yang bagaimana, apakah hanya sekedar memberi “saja” dalam hal memberikan sedekah bagi pengemis, namun bagaimana kita mengupayakan agar dia tidak mengemis lagi, bukan berarti kita mesti pelit dan malas untuk memberi kepada para pengemis, namun coba kita pikirkan lagi, kalau usaha mereka hanya meminta-minta dari tempat lain ke tempat lainnya, maka tetaplah mereka stagnan..Mental mereka terus tersugesti untuk meminta-minta. ada baiknya kita stop sekali-kali, . saya  justru memiliki respek terhadap pengamen-pengamen jalanan dan anak-anak jalanan, dari perspektif usaha yang dilakukan mereka untuk bertahan hidup walaupun itu mengamen, Semir sepatu, atau hanya sekedar menjagakan sepatu ketika yang punya sedang shalat di mesjid.

Menurut pandangan saya mereka (anak jalanan) yang berusaha sedemikian keras baik itu mengamen, menyemir sepatu, menjadi loper koran , dan lain sebagainya sesungguhnya itu merupakan training mereka secara tidak langsung dalam berbisnis, karena tanpa disadari oleh kita, mental bisnis mereka tergembeleng secara alami, dari aktivitas mereka sehari-hari. Terkadang kita menggangap merka melakukan hal yang kecil, namun hal tersebut sepertinya sejalan dengan rumus AA Gym 3 M, yaitu Mulailah dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan kalau tak salah saya Mulailah dari sekarang. Setidaknya mereka sudah memulai, dan mental mereka yang istiqomah dalam menjalankan aktivitasnya. Keistiqomahan ini yang bisa menjadi bekal dalam menjadi seorang entrepreneur. Pertanyaannya sekarang adalah apakah mereka bisa? saya rasa mungkin saja, dengan syarat kita lah yang menunjukkan kepada mereka dalam artian kita rangkul mereka dan kita latih dan gembleng betul-betul. Dalam artian kita sebagai masyarakat yang mampu , kita berdayakan mereka (Pengamen, anak2 jalanan) dan kita tujukan mereka bagaimana mengeaktfkan gen seorang entrepreneur seperti Fokus pada otak kanan , konsep kreativitas dengan cara menggali potensi mereka.

Hal itu dmungkinkan karena kalau kita sadari betul-betul, Allah telah memberikan kita   sebagai manusia kekuatan otak yang tak terbatak, dan barangkali cuma menggunakan 10-15% kemampuan otak kita. Kemudian kita tekankan dan tanamkan pada mereka bahwa jangan takut untuk bermimpi besar dan jangan pernah menyerah. Kita bisa memotivasi mereka menanamkan Sosok Ikal “Laskar Pelangi” yang kalau saya telisik lagi itu merupakan cerminan si andrea Hirata kedalam mind mereka, karena pada umumnya mindset mereka masih bisa di shape lagi. Dan juga kita sebagai umat islam mesti memotivasi mereka untuk mencontoh pribadi seorang rasulullah sebagai suri teladan bagi umat.

Dan Bagi saya, Rasulullah SAW  merupakan seorang Super Leader dan Super Manager, seorang Pebisnis yang paling handal sepanjang sejarah peradaban. Dan Baginda rasulullah memulai kemampuan bisnisnya dari hal yang kecil seperti mengembala kambing, padahal bagi orang-orang yang menggangap mengembala ini merupakan pekerjaan yang tidak diperhitungkan..malah mereka tidak memahami filosofi dari mengembala..yang artinya memimpin..nah sebelum memimpin manusia , Rasulullah terlebih dahulu memimpin hewan dan mengelolanya dengan baik hingga tak ada satupun ternaknya yang hilang, semuanya utuh.  Dapat ditarik beberapa pemahaman dari mengembala ini..seperti melatih jiwa Kepemimpinan , sifat kesabaran,  Kejujuran, ketelitian, dan tentu melejitkan kecerdasan emosional.

Inilah interpretasi saya pada perkataan rasulullah “Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah” dalam artian kita sebagai tangan diatas memberikan mereka sedeqah berupa ilmu dan pengetahuan serta motivasi bagi Penerima “Tangan dibawah” agar mereka berkembang dan menjadi sumber manusia yang berdaya dan sejalan dengan Firman Allah

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah. nasib suatu kaum, sampai kaum itu
merubah nasibnya sendiri ( Qs Ar-ra’d:11 )

Semoga tulisan ini dapat menginspirasi kita untuk berlomba-lomba dalam mencari kebaikan.

Komentar
  1. Ramdhan Effendi mengatakan:

    Salut Dipa. Sebarkan selalu informasi positif dan membangun. Negara kita memang masih kekurangan orang yang meletakkan / menjulurkan tangan diatas dari pada dibawah. Coba lihat … pejabat atau wakil kita di parlemen kita semua senang diberi uang dari pada membangun. Pegawai kita tidak akan menjalankan tugasnya kalau tidak diberikan uang. Polisi kita lebih senang dapai ditempat agar diberi uang. Bagian purchasing akan membeli barang kita akalau mereka diberi uang walaupun perusahaan harus membayar mahal karena pemberian uang tersebut. Jadi mari kita perbanyak manusia yang bermental pemberi / tangan di atas. Sukses selalu friend… terus bermental dan berbuat tangan diatas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s