Trend Perfilman Indonesia mengarah kepada adaptasi best seller

Posted: Oktober 15, 2008 in Movie Watch

Sepertinya laskar Pelangi dan Ayat-ayat cinta yang sama-sama sukses membuat tiket kursi bioskop jadi ‘best seller” laiknya novel aslinya yang best seller juga. Hal ini memunculkan trend baru perfilman indonesia yang tidak biasa..yang biasanya diisi oleh film horor, komedi Vulgar, dan glamour kini bergerak menuju Adaptasi novel laris yang tentu image pembaca sudah sangat melekat, Laskar pelangi salah satu contoh sukses karena terjadi sinergi antara penulis dan Sutradara sehingga berdasarkan pengamatan di lapangan-rata-rata  penonton puas. , namun berbeda dengan ayat-ayat cinta  ada yang puas dan tidak puas , malah penulisnya sendiri yang tidak puas, apakah hal ini karena behaviour dari pemilik modal..dan sutradara  yang gak klop entahlah. namun itulah yang sangat krusial dan layak diperhatikan adalah titik kepuasan antara penulis dan sutradara serta fans Novel bisa sinkron. Hal ini dimaklumi karena Ekspektasi Orang pasti different. Dan Juga kembali ke soal tema, Laskar pelangi dan ayat-ayat cinta memiliki pengambilan tema yang betul-betul muncul disaat yang tepat atau pembeda diantara genre 2 yang menghantui🙂 dan bergentayangan di Bioskop.  Laskar pelangi bisa dimasukan dalam genre humanis, nasionalis religius dan education karena pesan-pesan motivasi dan pendidikan begitu explisit dan spiritual diceritakan  secara universal, dan ayat-ayat cinta menurut saya masuk dalan genre romantic religio dan malah terkesan seperti film india..(ya ialah yg pnya modal orang2 punjabi sana)..

beberapa film yang masuk waiting list dari adaptasi novel adalah film Ketika cinta bertasbih karya habiburahman el shirazy, Kambing jantan (Raditya Dika). Untuk Film Ketika Cinta Bertasbih, sepertinya sinergi antara Kang Abik dan Chaerul Uman  dan tak lupa pemiliki modal(Sinemart)sangat terasa sekali hingga final pencarian lima bintang utama film KCB dimana Kang Abik sendiri yang jadi juri, hasilnya..penulis puas dan sutradara Fine..skrg tinggal kita tonton filmnya..dan ternyata salah satu pemain utamanya anak Kepulauan Riau, oki Setiana Dewi asal batam yang sedang kuliah di Universitas indonesia…seru juga neh karena gak cuma dari batam, kelima bintang utama itu merupakan representasi daerah (Batam, Bandung, Jakarta, Makasar, Pasuruan) . Dan untuk shooting sesuai dengan novelnya mendekati kenyataan dimana Pemerintah Mesir mengizinkan dan PH lokal  Mesir ikut bekerja sama dengan Tim Film KCB dan KBRI  Mesir juga mensupport habis-habisan, karena dalam perpektif hubungan antar negara film ini bisa menjadi duta Indonesia dan dapat merekatkan hubungan bilateral kedua Negara — Indonesia dan Mesir–. Kemudian Pesan Explicit tentu berkisar tentang Cinta, Spiritual Islam, dan Yang khas dari KCB sisi entrepreneurship dan Motivasi yang melambungkan novel ini menjadi salah satu best seller, bahkan tidak cuma pasar peminat Novelnya namun juga pengusaha atau yang berkecimpung dalam wiraswasta bisa menjadi pasar yang cukup menjanjikan bagi film ini, siapa  tahu.. wallahualam. Kemudian untuk film Kambing Jantan bisa menyimak kutipan dari Kompas Entertainment  (http://entertainment.kompas.com/read/xml/2008/10/12/e004043/rudi.sudjarwo.kepincut.kambing.jantan..)

JAKARTA, SABTU – Sutradara Rudi Soedjarwo  bakal kembali disibukkan dengan penggarapan film terbarunya. Setelah menggarap film Liar, yang dibintangi Raffi Ahmad  dan Irgi Fahrezi, sutradara yang namanya bersinar lewat film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC?) itu,  akan terbang ke Australia untuk memulai penggarapan syuting film Kambing Jantan.

Film ini, kata Rudi, merupakan film yang diangkat dari catatan harian seorang blogger bernama Raditya Dika. Diakui pria kelahiran 7 November 1971 ini, penggarapan film ini akan memberinya sebuah pengalaman yang baru dan menantang.

“Beban pasti ada, karena pembaca novel sangat loyal dan terobsesi terhadap Dika. Saya tertarik ketika membaca pengalamannya Dika,” ujarnya.

Demi mendapatkan atmosfer novelnya, Raditya Dika, sang penulis, selain dipercaya turut menggarap penulisan skenarionya bersama Salman Aristo dan Mouly Surya, ia juga akan didapuk menjadi pemain utamanya.  “Senin (13 /10)  nanti, kita akan memulai syuting selama tujuh hari di Australia,” ujar di Cipete, Jakarta Selatan. Jumat (10/10).

Dalam penggarapannya, Rudi memilih muka-muka baru. Selain melibatkan langsung sang penulis novel, Rudi juga melibatkan Edric Tjandra, Herviza Novianti, dan Sarah Safitri.

Disinggung soal target yang ingin dicapai dari film terbarunya ini, Rudi mengaku tak mau muluk-muluk. “Yang penting gambarnya bagus dan nakal. Saya enggak pernah menargetkan jumlah penonton. Buat saya yang penting ngeshoot,” ujarnya.

Rudi mengaku ia tak mau terjebak dengan kesuksesan yang pernah ditorehnya lewat AADC .”Saya enggak mau terjebak dalam keseksesan massa lalu, karena  fenomenal itu tidak bisa sukses dua kali,” tegasnya.

Rencananya, film Kambing Jantan, akan dirilis ke pasaran pada Februari 2009 mendatang. (C-02/EH)

Nah Sampai disini dulu ulasan film kali ini..next ..bakal ada lagi..stay tune..silahkan Komen tulisan ini..

Komentar
  1. Reva_Ryu mengatakan:

    assalamualaikum wr.wb.
    ma’af ni comment lagi. memang benar ada yang puas dan ada yang nggak dengan film AAC. dan saya termasuk orang yang kecewa dengan film itu. selain menyimpang jauh dari novel aslinya juga film itu lebih mengarah pada cerita tentang poligami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s