UU Perbankan Syariah Harus Akomodasi Petani

Posted: Juni 17, 2008 in Ekonomi Syariah

Nurfajri Budi Nugroho – Okezone

JAKARTA – Undang-Undang Perbankan Syariah yang telah disahkan DPR harus dapat mengakomodasi kepentingan petani dan nelayan kecil.

Demikian ditegaskan anggota Komisi IV DPR Djalaluddin Asysyatibi di sela-sela mengikuti rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Agung Laksono, melalui keterangan tertulis yang diterima okezone, Selasa (17/6/2008).

Djalaluddin mengatakan, UU Perbankan Syariah ini memang tidak memberikan aturan yang lengkap pada kegiatan usaha pembiayaan rakyat kecil secara syariah. “Bisa dilihat pada pasal 21, bahwa penyaluran dana kepada masyarakat hanya menjelaskan poin-poin jenis pembiayaan secara syariah,” kata dia.

Lebih lanjut politisi PKS ini menegaskan, pemerintah harus sesegera mungkin menerbitkan turunan dari undang-undang ini, baik berupa peraturan pemerintah ataupun aturan pelaksanaan seperti yang dijanjikan pemerintah melalui menteri agama dalam pidato pendapat akhir pemerintah pada pengesahan RUU menjadi undang-undang.

“Saya berharap, UU ini dapat diturunkan dalam peraturan yang lebih lengkap dalam bentuk PP atau aturan pelaksanaan yang memberikan ruang kemudahan bagi petani dan nelayan kecil untuk dapat mengembangkan usahanya,” tegas Djalaluddin.

Djalaluddin memberikan apresiasi terhadap undang-undang baru ini, karena di beberapa negara seperti Belanda dan Malaysia, penerapan prinsip syariah pada bank mendapatkan kepercayaan yang sangat tinggi dari negara Timur Tengah. (jri)

Sumber : Okezone.com

Komentar
  1. Rakyat Jelata mengatakan:

    Setuju Saja,….. Harus Begitu memang bahwa Petani Nelayan kecil sangat dipinggirkan ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s